Categories
Uncategorized

Cara Membuat Keripik Bawang Renyah Dan Gurih, Gimana Ya?

Hallo teman-teman semuanya, gimana kabar kalian semua? Nah ketemu lagi, pada kesempatan kali ini saya akan membahas cara membuat keripik bawang renyah dan gurih.

Simak semua penjelasannya sampai habis ya. Biar kalian paham dan mudah bikinnya di rumah. Yukk baca sampai selesai!

Apa Itu Keripik ?

cara membuat keripik bawang renyah

Keripik merupakan cemilan atau makanan ringan yang renyah dan gurih. Banyak berbagai macam keripik yang menjadi favorit orang-orang.

Untuk menghasilkan rasa gurihnya, biasanya menggunakan adonan tepung dan di beri bumbu rempah tertentu.

Manfaat Bawang Untuk Kesehatan

cara membuat keripik bawang renyah

  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Ada terdapat kandungan senyawa yang ada di dalam bawang ini yang mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

  • Menghasilkan Tenaga

Makanan ini, mempunyai kandungan karbohidrat dan juga lemak yang di butuhkan oleh tubuh guna untuk cadangan energi.

  • Anti Kanker

Benarkah? Hal ini terjadi sebabnya kandungan yang terdapat pada makanan ini mempunyai senyawa sulfida alil, yang bisa berperan sebagai anti kanker.

  • Menjadi Antioksidan Yang Sangat Ampuh

Terdapat kandungan yang berfungsi sebagai sumber antioksidan yang sangat berguna dan di butuhkan oleh tubuh.

Sebagai anti bakteri dan virus yang bisa membantu mencegah perkembangan jamur, bakteri, dan juga cacing di tubuh kita.

  • Dapat Membantu Menurunkan Kolesterol Jahat

Berbagai riset membuktikan makanan ini mampu menurunkan kolesterol dalam tubuh kita sebanyak 11 sampai 16 persen.

  • Membantu Menurunkan Berat Badan

Kandungan yang terkandung dalam makanan ini salah satunya yaitu zat inflamasi yang bisa membantu mengatur sel lemak yang terbentuk dalam tubuh kita.

  • Menyehatkan Jantung

Keripik bawang mempunyai kandungan yang ada di dalamnya bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada di tubuh.

Dengan mengonsumsi makanan ini akan membuat kadar kolesterol dalam tubuh menurun dan normal.

Dan juga membuat peredaran darah lancar tidak terganggu. Dan bisa meningkatkan kesehatan jantung.

Keripik Bawang Renyah

cara membuat keripik bawang renyah

Bahan-Bahan Keripik Bawang Renyah

  1. 200 gram tepung terigu
  2. 20 gram tepung tapioka
  3. 30 gram mentega
  4. 2 siung bawang putih (di haluskan)
  5. 10 siung bawang merah besar (di parut)
  6. 1 butir telur
  7. 4 batang seledri (di ambil daun seledrinya saja)
  8. 1 sendok teh perasa ayam
  9. 1/2 sendok teh baking powder
  10. 4 sendok makan air es (bisa di ganti dengan air santan)
  11. 1/4 sendok teh garam

Cara Membuat Keripik Bawang Renyah

  1. Pertama-tama, siapkan wadah kemudian masukkan tepung terigu dan campurkan dengan tepung tapioka hingga tercampur rata semuanya.
  2. Lalu, kocok telur hingga berbusa dan masukkan bawang putih, baking powder, perasa ayam, garam, daun seledri.
  3. Kemudian aduk semua bahan tadi sampai semuanya tercampur dengan rata. Jika sudah rata, masukkan mentega.
  4. Aduk sampai tercampur semuanya. Masukkan campuran tepung terigu dan tepung tapioka sedikit demi sedikit.
  5. Lalu, masukkan air secara sedikit demi sedikit dan aduk hingga merata semuanya.
  6. Uleni adonan menggunakan tangan sampai menggumpal dan tidak lengket (adonan jangan sampai terlalu keras, karena nanti mempengaruhi hasil keripik baawangnya juga bisa keras).
  7. Kemudian jika sudah, bentuk adonan menggunakan rolling pin atau menggunakan botol kaca. Giling adonan sampai benar-benar tipis sekali.
  8. Setelah itu, potong adonan menjadi persegi kecil atau segita atau bisa sesuai selera kalian dengan menggunakan pisau.
  9. Siapkan minyak goreng, panaskan minyak dan goreng adonan keripik bawang dengan menggunakan api kecil
  10. Setelah semua proses selesai keripik bawang renyah siap untuk di sajikan dan bisa juga di kemas menggunakan hand sealer supaya keripik bakso bisa awet dan bisa di nikmati kapan saja.

Jadi, itu dia resep dan cara membuat keripik bawang renyah dan gurih. Mudah untuk di tiru di rumah kalian masing-masing kan?

Kalian bisa juga pelajari cara membuat seblak mie kerupuk ya. Semoga bermanfaat dan bisa membantu teman-teman semuanya.

Terima kasih! See You!

Categories
Uncategorized

Cara Budidaya Bawang Merah Beserta Beberapa Manfaatnya

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan cara menanam bawang merah atau cara budidaya bawang merah. Bawang merah merupakan bahan makanan sayur sop yang biasa disandingkan dengan daun bawang.

Budidaya bawang merah merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Karena, bawang merah merupakan bumbu dapur yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Berikut ulasannya untuk anda.

Keuntungan Budidaya Bawang Merah

Banyak Manfaat

Bawang merah memiliki banyak manfaat. Mulai dari untuk kebutuhan bumbu dapur, hingga dijadikan obat untuk mencegah mual dan muntah.

Bawang merah juga dapat meningkatkan kesehatan karena kandungan vitamin C, B6, B9, yang berguna untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi, membantu pembentukan sel darah merah, dan sederet manfaat lainnya.

Laku Keras di Pasaran

Dengan banyaknya manfaat bawang merah, maka permintaan pasar pun selalu ada untuk tanaman yang satu ini. Bawang merah bisa dijual di daerah mana saja (baik di daerah desa maupun perkotaan), dengan harga yang relatif sama. Harga jualnya memang terbilang stabil.

Cara Budidaya Bawang Merah

1. Memilih Bibit

Langkah awal yang harus dilakukan dalam budidaya bawang merah adalah memilih bibit. Tanaman bawang merah ditanam dengan cara menaruh umbi. Pastikan umbi bawang merah yang dijadikan bibit berkualitas baik.

Bibit yang bagus memiliki ciri-ciri berupa warna bawang yang mengkilat, tidak keropos atau terlihat dirusak hama maupun terkena penyakit hama.

Berat umbi yang dijadikan bibit sekitar 3 sampai 4 gram. Bibit direndam dahulu dengan cairan Hormon Organik sehari sebelum ditanam, selama 10 menit saja.

Setelah itu, taburi dengan serbuk Gliocladium dan Trichoderma yang bisa dibeli di toko kebutuhan pertanian. Tujuannya adalah untuk mencegah penyakit pada bibit. Potong bagian atas umbi sedikit sebelum ditanam.

2. Mengolah Lahan

Budidaya bawang merah dilakukan di atas tanah yang sudah diolah sedemikian rupa, serta aerasi yang baik. Kemudian cara untuk mengolah lahan budidaya bawang merah yakni dengan membajak tanah dengan kedalaman 30 cm, lalu taburkan pupuk kandang dan serbuk Gliocladium dan Trichoderma. Biarkan selama seminggu.

Lalu, buat lah bedengan dengan tinggi sekitar 30 cm dan lebar 75 cm. Pasang mulsa plastik untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah tumbuhnya rumput liar.

3. Menanam Bibit

Sebelum memasukkan bibit ke tanah, basahi dulu tanah tersebut. Lalu dilubangi sesuai penempatan setiap satu bibit dengan jarak 15 cm x 15 cm, 15 cm x 20 cm, atau 20 cm x 20 cm. Tak perlu memasukkan bibit terlalu dalam ke tanah, cukup sekadar tertutup dengan tanah saja.

4. Memelihara Pertumbuhan

  1. Pemberian Nutrisi

Kemudian, cara budidaya bawang merah selanjutnya adalah dengan memelihara dan memantau pertumbuhan bibit. Lalu, setelah 7 hari ditanam, berikan semprotan POC GDM sebanyak 2 gelas air mineral untuk setiap tangkinya seminggu sekali.

Fungsinya untuk mendorong pertumbuhan bawang merah agar lebih maksimal. Lakukan proses penyemprotan pada waktu pagi hari pukul 09.00 dan sore hari pukul 16.00.

Ketika bawang merah sudah berusia 10 hari, 20 hari dan 35 hari, baru diberi pupuk anorganik. Pemberian pupuk anorganik sebenarnya merupakan pilihan.

Karena saat ini sudah banyak pelaku usaha budidaya bawang merah organik yang tak menggunakannya. Bawang merah organik memiliki harga jual yang lebih mahal, karena membutuhkan pemeliharaan yang ekstra.

  1. Penyiraman

Siramlah bawang merah dengan intensitas dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Jika hujan atau embun turun, penyiraman dengan air bersih juga diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Setidaknya, kamu harus tahu kebutuhan penyiraman ini diperlukan agar tanaman tidak layu. Jika ada tanaman yang tumbuh kurang baik atau bahkan mati, segera tanam dengan tanaman yang baru.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Agar dapat mencegah datangnya hama dan penyakit pada budidaya bawang merah, penggunaan pestisida kimia adalah pilihan terakhir yang dilakukan. Jadi, terapkan dulu pengendalian hama terpadu dengan bahan-bahan alami.

Langkahnya seperti menyiram tanaman dengan air bersih setelah hujan, pengaplikasian fungisida (kandungan tembaga hidroksida dan iprodiom) untuk menghindari bercak daun, pengaplikasian serbuk Gliocladium dan Trichoderma, memotong daun yang termakan ulat, serta pengaplikasian insektisida.

5. Panen

Masa panen bawang merah yakni pada hari ke-70 atau 80 setelah ditanam. Bawang merah yang siap panen ditandai dengan umbi bawang merah yang menyembul ke permukaan tanah, serta daun yang merebah.

Cabut tanaman dan langsung bersihkan dari segala kotoran. Lakukan penjemuran di bawah sinar matahari agar tak lembab, kemudian gantung atau diletakkan di atas para-para.

Jika kamu melakukan penyimpanan dengan cara tepat seperti ini, umbi bawang merah bisa bertahan hingga 1 sampai 2 tahun lamanya.

Itu tadi pembahasan kali ini tentang bagimana cara budidaya bawang merah sebagi peluang bisnis yang sudah kami rangkum untuk anda. Semoga bermanfaat!