Categories
Uncategorized

Budidaya Bawang Putih Di Polybag Sampai Proses Panen

Budidaya bawang putih di polybag merupakan cara terbaik bila anda tidak memiliki lahan yang luas. Selain itu, anda juga bisa sekaligus melakukan budidaya daun bawang.

Seperti yang kita ketahui bersama, kedua bahan ini merupakan bahan utama atau bahan yang paling sering digunakan pada masakan. Terutama pada masakan sayur sop.

Jika ingin tahu lebih lanjut bagaimana cara budidaya bawang putih, simak ulasannya berikut ini.

Budidaya Bawang Putih di Polybag

1. Cara Memilih Jenis Bawang untuk Ditanam di Polybag

Bawang putih memiliki dua jenis yang dapat ditanam sendiri di rumah.

Jenis bawang putih tersebut ialah:

  • Softneck
  • Hardneck.

Jenis bawang putih softneck memiliki bentuk daun yang menjuntai ke bawah. Lalu, bawang putih jenis hardneck memiliki batang tegak dan keras lalu di tengahnya terdapat umbi bawang.

Bawang putih yang berjenis softneck biasanya dinilai lebih mudah untuk ditanam dan dikembangkan di daerah dengan cuaca cenderung panas.

Biasanya hasil panen dari bawang putih berjenis softneck kecil-kecil dan memiliki rasa yang kuat. Kebalikan dari softneck, hardneck cocok ditanam di daerah dingin cenderung bersalju.

2. Cara Budidaya Bawang Putih di Polybag

Dalam budidaya bawang putih anda tidak memerlukan peralatan dan lahan yang besar. Sediakan saja beberapa buah polybag kecil atau satu yang berukuran besar.

Selanjutnya, jangan lupa untuk menyediakan tanah subur sebagai media tanamnya. Mulai dengan memotong bagian bawah beberapa butir bawang yang masih ditempeli akar.

  1. Pertama-tama galilah beberapa lubang pada tanah di polybag dengan kedalaman yang cukup.
  2. Simpan atau masukkan potongan bawang putih tadi pada lubang yang tersebar lalu tutupi lagi dengan tanah.
  3. Sirami polybag dengan air secukupnya.
  4. Dalam beberapa hari, muncul tunas atau daun berwarna hijau yang menunjukkan bawang mulai berkembang.
  5. Jangan lupa untuk sirami polybag secukupnya ketika tanah mulai keliatan kering.
  6. Berikan tambahan nutrisi seperti pupuk yang bisa dibuat dari campuran pelet ikan serta air rendaman rumput lain.

3. Cara Memotong Daun dari Pohon Bawang Putih

Masa tanam bawang putih berkisar 90-120 hari. Bila sudah siap panen, perhatikan dulu hal ini:

  • Munculnya daun berwarna hijau yang keluar dari dalam tanah merupakan daun bawang yang juga bisa dikonsumsi.
  • Setelah beberapa hari atau minggu, tunas tersebut tadi akan semakin panjang. Maka itu daripada membusuk, potong dan manfaatkan untuk keperluan memasak sehari-hari.

4. Cara Memanen Bawang Putih

Waktu panen bawang putih dapat ditentukan berdasarkan jenis serta cuaca di sekitar wilayah tempat tinggalmu. Masa panen bawang putih biasanya berkisar antara 90-120 hari, tergantung jenisnya.

Kondisi lingkungan atau cuaca yang panas dapat mempercepat perkembangan mereka, sementara suhu dingin dapat memperlambat.

Bawang yang siap untuk dipanen memiliki ciri-ciri bagian tengah daun nampak menguning cenderung coklat. Anda dapat mengambil bawang ketika tanah cenderung kering.

  1. Caranya, longgarkan permukaan tanah dengan menggunakan sekop.
  2. Jika semakin banyak ruang yang terbuat, angkat daun hingga bawang terlihat.

5. Proses Setelah Panen Bawang Putih

  1. Jika seluruh bawang putih sudah anda angkat, taruh mereka di bawah sinar mahatari yang tidak terlalu terang.
  2. Langkah atau cara ini akan membuat lapisan kulit bawang terluar pecah sehingga lebih mudah dikupas nantinya.
  3. Kemudian, bersihkan sisa-sisa tanah yang masih menempel menggunakan sikat.

6. Cara Menyimpan Hasil Panen Tanaman Bawang Putih

  • Untuk menyimpan bawang putih yang telah dipanen harus memiliki suhu yang ideal sekitar 10 ͦ C hingga 21 ͦ C.
  • Selalu perhatikan ruangan tempat penyimpanannya tidak lembap, memiliki sirkulasi udara baik, cahaya yang cukup namun jauh dari sinar matahari.
  • Jika anda menempatkan bawang putih tersebut di tempat yang kurang baik, bawang pun bisa lebih mudah busuk.

Itu dia tadi bagaimana cara budidaya bawang putih di polybag. Tertarik untuk mencobanya? Semoga informasi ini bermanfaat untuk semua orang dan selamat mencoba.

Categories
Uncategorized

Cara Merawat Tanaman Kunyit Agar Tumbuh Dengan Baik

Cara merawat tanaman kunyit tidaklah begitu sulit. Kunyit ini juga bisa dibudidayakan sama seperti budidaya bawang merah dengan media polybag. Akan tetapi, anda juga harus mengerti cara merawatnya.

Jika anda sudah memahami cara menanam kunyit yang merupakan salah satu rempah campuran sayur sop, tentu langkah selanjutnya adalah proses perawatannya.

Tentu hal ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan demi pertumbuhan kunyit.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan langkah-langkahnya bagaimana cara merawat tanaman kunyit agar tumbuh dengan baik dan berkualitas. Berikut ulasannya untuk anda.

Cara Merawat Tanaman Kunyit

Setelah anda mengikuti langkah-langkah cara menanam kunyit tadi, maka supaya kunyit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, maka langkah-langkah berikut ini perlu anda perhatikan dan ikuti dengan baik:

A. Proses Penyulaman

Ketika bibit yang tadi anda tanam tidak tumbuh dengan baik atau bahkan mati setelah anda pindahkan, maka anda harus segera mengganti bibit yang sudah mati tadi dengan bibit yang lain. Lakukan dengan segera penyulaman ketika anda melihat ada bibit yang sudah mati.

B. Proses Penyiraman

Lakukanlah penyiraman secara rutin dan teratur. Saya sangat menyarankan anda untuk selalu menyiram kunyit anda sebanyak 2 kali sehari. Selain itu, anda juga bisa menyiramnya dengan cara menyemprot saat pagi dan sore hari.

Cara Merawat Dengan Pemberian Pupuk 

Kemudian cara menanam kunyit sudah anda pahami, maka langkah pemberian pupuk ini merupakan langkah yang sangat penting untuk dilakukan agar kunyit yang anda tanam mendapatkan nutrisi dengan baik, sehingga anda mendapatkan hasil panen yang berkualitas.

Gunakanlah pupuk cair organik yang menurut anda terbaik atau anda bisa menanyakan pada penjual pupuk atau petani.

Jika anda menggunakan pupuk cair organik yang bagus itu akan membantu proses pertumbuhan dan perkembangan kunyit anda.

Penggunaan pupuk juga berguna untuk memberi nutrisi tambahan yang tidak tersedia pada tanah. Selain itu, dengan pemberian pupuk yang bagus, anda juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan hasil panen tanaman kunyit yang besar.

Gunakan kombinasi antara pupuk cair dan pupuk kompos agar pertumbuhan tanaman kunyit anda semakin optimal. Pupuk cair digunakan dalam campuran air untuk penyiraman, sementara pupuk kompos bisa anda tambahkan ke media tanah yang sudah anda siapkan sebelumnya.

Oleh karena itu, pemupukan ini juga merupakan langkah yang jangan dilewatkan demi mendapatkan hasil sesuai harapan anda. Berikut ini bagaimana cara memberi pupuk pada kunyit dengan pupuk organik atau pupuk kompos:

A. Cara Merawat Tanaman Kunyit Dengan Pemberian Pupuk Pada Kunyit Yang Berumur 1-3 Bulan

  1. Siapkan alat semprot yang sudah anda isi penuh dengan air.
  2. Masukkan pupuk cair yang sudah anda beli kedalam alat semprot tersebut sebanyak 500 ml.
  3. Aduk-aduk sampai tercampur dengan baik.
  4. Setelah itu, mulai aplikasikan pada tanaman kunyit anda terutama pada bagian bawah dari tanaman serta daunnya.
  5. Lakukan langkah-langkah ini setiap minggu.

B. Pemberian Pupuk Pada Tanaman Kunyit Yang Berumur 3 Bulan

Setelah tanaman kunyit anda sudah berumur kurang lebih 3 bulan, tambahkanlah nutrisi tambahan dalam skala besar.

Karena, pada saat tanaman kunyit berusia 3 bulan inilah rimpang dari kunyit tersebut mulai tumbuh dan berkembang.

Maka dari itu, penambahan pupuk dengan takaran berikut pada saat kunyit berusia 3 bulan sangat disarankan:

  1. Tambahkan dan taburkan secara merata pupuk kompos atau pupuk apapun yang sudah anda siapkan di sekitar tanaman kunyit.
  2. Lakukanlah dengan dosis kira-kira 100kg/ha atau jumlah tanaman anda sama dengan 1 ha lahan.
  3. Ulangi terus langkah-langkah tersebut setiap 4 bulan sekali.
  4. Siapkan satu alat penyemprot yang sudah berisi air penuh.
  5. Masukkan pupuk cair pilihan anda dengan takaran 250 ml kedalam tangki yang sudah terisi penuh dengan air.
  6. Lalu, aduklah sampai tercampur dengan rata.
  7. Lakukan pengaplikasian pada pangkal tanaman atau sekitar akar. Terus ulangi pengaplikasian tersebut sampai memenuhi dosis kira-kira 5kg/ha setiap 3 bulan.

Itu dia tadi bagaimana cara memupuk kunyit guna memenuhi kebutuhan kunyit anda akan nutrisi. Setelah itu, anda juga perlu tahu kalau anda sangat perlu melakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kunyit anda.

Anda sangat disarankan untuk mencegah hama penyakit menggunakan produk pembasmi hama yang menurut anda cocok dan bagus bagi tanaman kunyit anda. Akan lebih baik jika anda mengaplikasikan pembasmi hama penyakit tersebut disaat anda mempersiapkan media tanam.

Karena, pengaplikasian produk pembasmi hama itu dapat mencegah adanya hama dan pertumbuhan penyakit pada tanaman kunyit anda.

Categories
Uncategorized

Cara Budidaya Daun Bawang Di Rumah Sendiri Dengan Mudah

Pernahkah anda berpikir bagaimana cara budidaya daun bawang sebagai bisnis rumahan? Daun bawang merupakan salah satu bahan makanan yang paling sering digunakan terutama pada sayur sop.

Cara menanam daun bawang untuk dibudidayakan sebenarnya tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu tahu bagaimana cara melakukannya dengan baik dan benar.

Dalam cara budidaya daun bawang, anda juga bisa sekaligus membudidayakan bawang merah juga karena memiliki langkah atau cara yang kurang lebih sama.

Nah, kali ini saya rangkum untuk anda bagaimana cara budidaya daun bawang yang bisa anda lakukan di rumah anda. Mau tahu lebih lanjut? simak ulasannya berikut ini

Cara Budidaya Daun Bawang

Cara Menanam dari Benih atau Bibit

Langkah pertama cara budidaya daun bawang adalah dengan cara menanam daun bawang mulai dari benihnya atau bibit.

A. Cara Menanam Daun Bawang dimulai dari Memilih Jenis Bawang

Sebelum kita masuk lebih jauh tentang cara menanam daun bawang, daun bawang merupakan tunas hijau yang sudah tumbuh sebelum umbi dari bawang mulai terbentuk. Pada dasarnya mereka adalah bawang yang masih hijau. Carilah bibit daun bawang, seperti spesies A.

Bawang perai jepang (Welsh onions), bawang merah, putih, atau bombay bisa di pilih sesuai favorit anda untuk ditanam.

  1. Jika anda jika anda tidak ingin menanam daun bawang dari benih, selanjutnya pilihlah bawang merah, putih atau siung bawang untuk ditanam. Biasanya terlihat seperti umbi-umbi kecil yang berakar dan diikat dengan karet gelang atau tali.
  2. Anda dapat memilih mana yang anda ingin untuk menjadi daun bawang saja atau umbi bawangnya untuk tumbuh.

B. Siapkanlah Area untuk Anda Menanam Daun Bawang

Cara menanam daun bawang selanjutnya terserah anda ingin menanam daun bawang di halaman rumah atau sekedar menanam di pot, yang penting tempatnya memiliki sinar matahari dan air yang cukup.

  1. Coba untuk gali tanah hingga 30 cm dan gunakan kompos, tepung darah, atau bahan organik lainnya untuk memperkaya tanah dengan nutrisi. Bertujuan untuk memastikan daun bawang tumbuh kuat serta sehat, dan terus memproduksi tunas selama musim tanam.
  2. Pastikan batu-batu, ranting-ranting dan rumput-rumput liar dibersihkan sebelum anda menggali dan mengerjakan tanahnya.
  3. Anda dapat menggali tanah menggunakan sapu taman jika Anda bekerja pada bidang kecil. Untuk area lebih besar, beli atau sewa kultivator untuk mempermudah pekerjaan.
  4. Kalau anda hanya ingin untuk menanam beberapa daun bawang, anda dapat mempersiapkan sebuah pot dengan tanah kaya kompos daripada menanamnya di tanah.

C. Mulai Menanam Bibit atau Siung Daun Bawang

Segera setelah tanahnya dapat digunakan. Cara menanam daun bawang selanjutnya adalah kita harus menunggu sekitar empat minggu sebelum musim semi berakhir. Setelah itu, saatnya kita untuk menanam bibit atau siung yang sudah disiapkan sebelumnya. Kemudian, jika sudah disiapkan bibitnya, taburkan dengan banyak sedalam sekitar 1,5 cm dalam baris yang diberi jarak terpisah 0,3 m.

Dan jika anda hanya memiliki siung, tanam dengan sisi akar ke bawah, 5 cm terpisah sedalam 3 cm, dalam baris yang diberi jarak terpisah 0.3 m. Siram area tamannya secara menyeluruh.

  1. Bibit dari bawang akan mulai bertunas ketika tanahnya bersuhu diantara 65-86 derajat Fahrenheit (18,33 – 30 derajat Celsius). Hal ini akan perlu diperhatikan hingga sekitar satu bulan bagi bibit bawang untuk bertunas.
  2. Jika lingkungan anda beriklim dingin dengan musim semi yang terlambat, anda dapat mulai menanam bibit di dalam ruangan sekitar delapan minggu sebelum musim semi berakhir.
  3. Setelah itu, tanam bibit dalam biji yang sudah disiapkan di gambut sebagai pot permulaan dan jaga agar tetap tersiram.
  4. Lalu letakkan bibit yang sudah anda tanam pada ruangan hangat dan terkena cahaya selama periode bertunas. Jika tanah yang ada diluar cukup hangat untuk digunakan, pindahkan bibit ke taman atau pot lebih besar.

D. Selalu Rapikan Sekitar Tanaman Daun Bawang Jika Diperlukan

  1. Saat daun bawang anda sudah muncul tunas hijau, tentukan apakah akan membuangnya untuk memberikan lebih banyak ruang. Daun bawang tumbuh dengan baik dalam tandan, tapi untuk hasil paling baik tanaman yang sudah dewasa harus diberi jarak 6-9 cm terpisah.
  2. Lihat area tanam anda dan buang bibit yang jelek jika diperlukan.

E. Taburkan Sisa Tanaman Daun Bawang di Antara Bibit-bibit

  1. Tutupi tanah di sekitar bibit dengan potongan rumput, jerami pinus atau potongan halus kulit pohon. Ini bertujuan untuk menghalangi rumput liar yang tumbuh dan menjaga kelembapan tanah yang merata.
  2. Anda dapat melewati langkah ini jika anda menanam daun bawang dalam pot, karena rumput liar tidak akan menjadi masalah dan anda dapat lebih mudah mengontrol tingkat kelembapan.

F. Siram Tanaman Daun Bawang dengan Teratur

  1. Hal yang paling dibutuhkan daun bawang adalah kelembaban tanah yang merata selama musim tanam. Selalu, siram tanaman bawang anda dengan 3 cm air per minggu. Untuk pertumbuhan optimal, tanah tidak perlu basah, tapi perlu lembap.
  2. Sirami area tanam setiap beberapa hari atau ketika mulai terlihat kering dan berdebu.
  3. Salah satu cara untuk menentukan apakah bawang anda perlu disiram adalah dengan menguji kondisi tanah. Coba untuk memasukkan jari anda, hingga ruas jari kedua, pada bagian tanah yang dekat dengan tanamannya.
  4. Jika Anda merasa bahwa tanahnya kering, sirami. Kalau tanahnya terasa sudah cukup basah, tidak perlu khawatir untuk menyirami, dan ulangi lagi pengujian dalam beberapa hari. Ketika daerah anda sudah terkena hujan akhir-akhir ini, anda mungkin tidak perlu menyirami.

G. Mulai Panen Daun Bawang Anda Jika Sudah Cukup Besar

  1. Jika sudah mencapai tiga sampai empat minggu, tunas hijau akan sepanjang 15-20 cm dan sudah siap dimakan. Panen dengan menarik seluruh tanaman dari tanah. Tanamannya masih belum memiliki umbi yang terbentuk. Kedua bagian putih serta hijau daun bawang akan memiliki aroma dan rasa yang harum.
  2. Jika anda memilih beberapa tanaman untuk tumbuh menjadi bawang, biarkan saja mereka di tanah. Biasanya bagian bawah dari tanaman akan mulai membentuk umbi, yang akan siap dipanen.
  3. Dan kalau anda hanya ingin menggunakan daun bawangnya saja tapi tidak membutuhkan bagian putih yang dekat dengan akar, gunakan saja gunting untuk memotong bagian atas. Cukup sisakan 3-6 cm dan anda dapat memanennya terus ketika sudah mencapai 15-20 cm.
  4. Daun bawang akan memiliki rasa yang semakin kuat dengan semakin dewasanya tanaman.

Bagaimana menurut anda? Apakah anda tertarik untuk mencobanya sendiri di rumah? Semoga dengan ulasan tadi, anda dapat melakukannya dengan baik dan benar.

Sekian pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba!

Categories
Uncategorized

Cara Menanam Bunga Matahari di Pot Dengan Media Sederhana

Cara menanam bunga matahari di pot merupakan cara yang bisa anda terapkan dirumah dengan mudah. Cara ini tidak memerlukan lahan yang luas sama seperti cara menanam bawang merah di pot.

Tidak banyak orang yang tahu kalau bunga matahari juga bisa diolah menjadi sop bunga matahari.

Berikut ini ulasan lengkapnya bagi anda yang ingin menanam bunga matahari sendiri dirumah

Cara Menanam Bunga Matahari di Pot

A. Cara Pengolahan Lahan Tanam Secara Tepat

  1. Media tanam untuk bunga matahari dari kombinasi tanah dan kompos yang di campur dengan perbandingan 3:1.
  2. Gunakanlah pupuk kompos agar nutrisi pada kompos menyatu dengan tanah karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang membuat tanah menjadi subur. Selain pemberian pupuk kompos pemberian pupuk dengan takaran dosis 150 kg/ha dengan cara ditebar secara merata ke sekitar lahan.
  3. Kombinasi selanjutnya anda bisa menggunakan pupuk cair sebagai salah satu stimulant atau booster tanah yang akan memaksimalkan kualitas tanah. Dengan takaran dosis 5 kg/ha dengan 1 gelas air, untuk pengaplikasiannya dengan menyemprot pada tanah dalam kondisi tanah basah atau lembab.

B. Persiapan Media Tanam Dalam Pot 

Selain menanam pada lahan atau kebun yang luas, anda juga bisa membudidayakan Bunga matahari dalam skala besar hanya dengan media pot.

Dalam cara menanam bunga matahari, bunga matahari tidak membutuhkan persyaratan yang khusus tetapi tetap di sarankan untuk menyiapkan tanah yang gembur untuk memudahkan proses penyerapan air.

Berikut Cara Menanam Bunga Matahari Di Pot:

  1. Penanaman benih ke media di jalani dengan metode menancapkan bagian yang runcing kuaci ke media tanam jangan di benamkan seluruhnya serta sisakan bagian atas untuk tetap timbul permukaan.
  2. Pembibitan bunga matahari bisa di semaikan pada polybag ataupun pot. Kombinasi pada polybag menggunakan tanah, kompos serta arang sekam dengan perbandingan 1: 1: 1.
  3. Untuk mengoptimalkan perkembangan, anda dapat menambahkan pupuk organik dengan metode disebar secara menyeluruh kedalam pot.
  4. Setelah itu anda dapat mengkombinasikannya dengan pupuk cair dengan takaran dosis 25 ml/pot dengan metode menyemprot secara menyeluruh kedalam tanah.
  5. Sehabis itu di siram dengan air seperlunya serta tempatkan pada ruang yang tidak terpapar cahaya matahari langsung. Penyiraman di jalani teratur supaya tumbuhan lembab.

Menanam Bunga Matahari di Pot

A. Lahan dan Jarak Tanam Bibit Bunga Matahari

Berikut Ini adalah Tahapan Pemindahan Bibit Bunga Matahari Kedalam Lahan:

  1. Jika anda ingin menanam bunga matahari, lebih baik pada lahan terbuka karena bunga matahari akan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Dibutuhkan 6-8 jam/hari untuk menyinari bunga matahari.
  2. Tanamlah bunga matahari dengan kedalaman tanah 2,5-5 cm dengan jarak tanam 15 cm setiap tanaman agar tidak mengganggu tanaman lain. Jika menanam sekumpulan besar bunga matahari berikan jarak 76 cm setiap lubang.
  3. Lalu pindahkan bibit bunga matahari yang sudah semai secara perlahan kedalam lahan tanam, dengan membuka bibit bunga matahari secara perlahan dari media semai. Pastikan pada saat memindahkannya, bibit bunga matahari ikut tercabut semua akarnya.
  4. Kemudian setelah itu, bibit yang sudah ditanam dengan perlahan masukkan ke lubang tanam hingga akar tanam tidak nampak lagi ke permukaan. Tekan secara perlahan agar tanamana masuk dengan baik kedalam lubang.

B. Menanam Bibit Bunga Matahari Kedalam Pot

Proses Penanaman Bibit Bunga Matahari yang Sudah di Semai Kedalam Pot Secara Tepat, Berikut Tahapannya:

  1. Pertama, anda bisa memindahkan bibit yang sudah semai kedalam pot dengan cara mencabut secara perlahan bibit yang sudah semai dari media semainya.
  2. Kemudian anda bisa memindahkan secara perlahan bibit bunga matahari kedalam media pot yang sudah anda siapkan tadi, gunakan alat centong tanah untuk memasukkan bibit bunga matahari secara perlahan kedalam media pot.
  3. Pastikan akarnya ikut terangkat dengan baik dan pastikan tidak ada yang rusak, setelah itu masukkan kedalam media pot dengan tepat secara perlahan agar bibit bunga matahari tidak rusak pada satt penanaman.

Sekian langkah cara menanam bunga matahari di pot. Semoga anda dapat menerapkan langkah-langkah tersebut dengan baik dan benar. Selamat mencoba teman!

Categories
Uncategorized

Cara Budidaya Bawang Merah Beserta Beberapa Manfaatnya

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan cara menanam bawang merah atau cara budidaya bawang merah. Bawang merah merupakan bahan makanan sayur sop yang biasa disandingkan dengan daun bawang.

Budidaya bawang merah merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Karena, bawang merah merupakan bumbu dapur yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Berikut ulasannya untuk anda.

Keuntungan Budidaya Bawang Merah

Banyak Manfaat

Bawang merah memiliki banyak manfaat. Mulai dari untuk kebutuhan bumbu dapur, hingga dijadikan obat untuk mencegah mual dan muntah.

Bawang merah juga dapat meningkatkan kesehatan karena kandungan vitamin C, B6, B9, yang berguna untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi, membantu pembentukan sel darah merah, dan sederet manfaat lainnya.

Laku Keras di Pasaran

Dengan banyaknya manfaat bawang merah, maka permintaan pasar pun selalu ada untuk tanaman yang satu ini. Bawang merah bisa dijual di daerah mana saja (baik di daerah desa maupun perkotaan), dengan harga yang relatif sama. Harga jualnya memang terbilang stabil.

Cara Budidaya Bawang Merah

1. Memilih Bibit

Langkah awal yang harus dilakukan dalam budidaya bawang merah adalah memilih bibit. Tanaman bawang merah ditanam dengan cara menaruh umbi. Pastikan umbi bawang merah yang dijadikan bibit berkualitas baik.

Bibit yang bagus memiliki ciri-ciri berupa warna bawang yang mengkilat, tidak keropos atau terlihat dirusak hama maupun terkena penyakit hama.

Berat umbi yang dijadikan bibit sekitar 3 sampai 4 gram. Bibit direndam dahulu dengan cairan Hormon Organik sehari sebelum ditanam, selama 10 menit saja.

Setelah itu, taburi dengan serbuk Gliocladium dan Trichoderma yang bisa dibeli di toko kebutuhan pertanian. Tujuannya adalah untuk mencegah penyakit pada bibit. Potong bagian atas umbi sedikit sebelum ditanam.

2. Mengolah Lahan

Budidaya bawang merah dilakukan di atas tanah yang sudah diolah sedemikian rupa, serta aerasi yang baik. Kemudian cara untuk mengolah lahan budidaya bawang merah yakni dengan membajak tanah dengan kedalaman 30 cm, lalu taburkan pupuk kandang dan serbuk Gliocladium dan Trichoderma. Biarkan selama seminggu.

Lalu, buat lah bedengan dengan tinggi sekitar 30 cm dan lebar 75 cm. Pasang mulsa plastik untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah tumbuhnya rumput liar.

3. Menanam Bibit

Sebelum memasukkan bibit ke tanah, basahi dulu tanah tersebut. Lalu dilubangi sesuai penempatan setiap satu bibit dengan jarak 15 cm x 15 cm, 15 cm x 20 cm, atau 20 cm x 20 cm. Tak perlu memasukkan bibit terlalu dalam ke tanah, cukup sekadar tertutup dengan tanah saja.

4. Memelihara Pertumbuhan

  1. Pemberian Nutrisi

Kemudian, cara budidaya bawang merah selanjutnya adalah dengan memelihara dan memantau pertumbuhan bibit. Lalu, setelah 7 hari ditanam, berikan semprotan POC GDM sebanyak 2 gelas air mineral untuk setiap tangkinya seminggu sekali.

Fungsinya untuk mendorong pertumbuhan bawang merah agar lebih maksimal. Lakukan proses penyemprotan pada waktu pagi hari pukul 09.00 dan sore hari pukul 16.00.

Ketika bawang merah sudah berusia 10 hari, 20 hari dan 35 hari, baru diberi pupuk anorganik. Pemberian pupuk anorganik sebenarnya merupakan pilihan.

Karena saat ini sudah banyak pelaku usaha budidaya bawang merah organik yang tak menggunakannya. Bawang merah organik memiliki harga jual yang lebih mahal, karena membutuhkan pemeliharaan yang ekstra.

  1. Penyiraman

Siramlah bawang merah dengan intensitas dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Jika hujan atau embun turun, penyiraman dengan air bersih juga diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Setidaknya, kamu harus tahu kebutuhan penyiraman ini diperlukan agar tanaman tidak layu. Jika ada tanaman yang tumbuh kurang baik atau bahkan mati, segera tanam dengan tanaman yang baru.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Agar dapat mencegah datangnya hama dan penyakit pada budidaya bawang merah, penggunaan pestisida kimia adalah pilihan terakhir yang dilakukan. Jadi, terapkan dulu pengendalian hama terpadu dengan bahan-bahan alami.

Langkahnya seperti menyiram tanaman dengan air bersih setelah hujan, pengaplikasian fungisida (kandungan tembaga hidroksida dan iprodiom) untuk menghindari bercak daun, pengaplikasian serbuk Gliocladium dan Trichoderma, memotong daun yang termakan ulat, serta pengaplikasian insektisida.

5. Panen

Masa panen bawang merah yakni pada hari ke-70 atau 80 setelah ditanam. Bawang merah yang siap panen ditandai dengan umbi bawang merah yang menyembul ke permukaan tanah, serta daun yang merebah.

Cabut tanaman dan langsung bersihkan dari segala kotoran. Lakukan penjemuran di bawah sinar matahari agar tak lembab, kemudian gantung atau diletakkan di atas para-para.

Jika kamu melakukan penyimpanan dengan cara tepat seperti ini, umbi bawang merah bisa bertahan hingga 1 sampai 2 tahun lamanya.

Itu tadi pembahasan kali ini tentang bagimana cara budidaya bawang merah sebagi peluang bisnis yang sudah kami rangkum untuk anda. Semoga bermanfaat!